Iklan Header


√ Pengalaman Driver Gojek yang Mengharukan, Lucu dan Menyentuh Hati

Pengalaman driver Gojek pastinya berbeda-beda. Ada pengalaman yang menghibur, menyenangkan, mengharukan, bahkan ada yang menyedihkan. Anda mungkin bisa merasakan sensasi ini ketika Anda sudah benar-benar menjadi driver Go-Ride.
Jika Anda bukan driver Gojek tetapi ingin mengetahui beberapa pengalaman mereka, jangan khawatir! Artikel ini akan menambah wawasan Anda mengenai beberapa cerita driver ojek online yang akan sangat menyentuh hati dan Aksi Heroik Driver Gojek yang Menegangkan.


Nah, berikut beberapa kisah dan pengalaman driver Gojek yang kami sadur dari website resmi Gojek…

1. Kisah Driver Gojek Difabel : Keterbatasan Bukan Halangan!

Kisah mengharukan datang dari seorang driver Gojek yang sungguh pekerja keras. Sudah sedari kecil ia berjuang untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Ia tak lain dan tak bukan adalah Bapak Dhiwan. Sejak ayahnya meninggal dunia, ia sudah menjadi tulang punggung keluarga. Berkat kerja kerasnya selama bertahun-tahun, ia bahkan bisa membiayai adik-adiknya sekolah hingga lulus STM.

Meski seorang difabel, ia benar-benar bekerja dengan keras memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kurang percaya diri juga kerap menghampirinya, tetapi ia bisa mengatasinya dengan terus bergerak. Bekerja dengan sepenuh hati tanpa menyusahkan atau mengandalkan bantuan orang lain. Kini, ia bekerja menjadi mitra Go-Send dengan semangat yang membara.

Pengalaman Driver Gojek

Ia juga tidak melewatkan ibadah, karena baginya ibadah merupakan sesuatu yang amat penting. Sesibuk apapun dan sebisa mungkin, ia berusaha untuk tepat waktu beribadah kepada Sang Pencipta.

Selain Bapak Dhiwan, ada lagi Bapak Sumadi yang merupakan seorang tuna netra sejak ia berumur 10 tahun.

Menjalani hidup sebagai tuna netra tentu bukanlah hal yang mudah, namun seiring waktu berjalan ia akhirnya diajak oleh temannya untuk bergabung dengan Go-Massage Indonesia. Dengan daya juang, ia akhirnya mendaftarkan dirinya untuk menjadi mitra Go-Massage.

Hingga akhirnya dalam kurun waktu dua tahun, ia bisa mendapat banyak pengalaman, menambah relasi dan meningkatkan penghasilannya setiap hari.

Beliau juga amat senang karena bisa mengenal sesama tuna netra lainnya dan saling berbagi cerita satu sama lainnya. Hari-harinya jauh lebih menyenangkan karena bisa berkumpul dengan teman-teman seperjuangannya.

Beliau juga mengungkapkan bahwa meski dirinya seorang tuna netra, namun bukan berarti ia tidak bisa melakukan hal yang berarti bagi orang terdekatnya atau tidak bisa bersosialisasi dengan banyak orang. Bapak Sumadi juga berpesan kepada seluruh tuna netra lainnya bahwa kondisi tuna netra bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada hal-hal lain yang bisa dilakukan tentunya, asalkan kita mau.

Kehebatan dibalik keterbatasan juga dialami oleh salah satu perempuan yang bekerja di Go-Auto. Ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran dan berbicara, namun semangatnya cukup tinggi. Bahkan, dalam dua minggu sejak bergabung dengan Go-Auto, ia bisa membuat ibunya bangga karena sudah mampu membelikan baju.

Kini, ia juga menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya sudah meninggal dunia. Dengan menjadi mitra Go-Auto, ia semakin bekerja keras demi mewujudkan mimpinya membangun rumah untuk ibunya tercinta.

2. Pengalaman Driver Gojek dengan Menjadi Iron Man

Menjadi driver Gojek boleh saja nyentrik karena tidak ada larangan mengenai hal ini. Masing-masing orang tentu memiliki gaya dan karakter yang berbeda. Nah, salah satu driver yang punya ciri khas dan kepercayaan diri yang tinggi ialah Bapak Andry Nuryanto, seorang mitra Gojek dari Batam.

Pengalaman Driver Gojek
Ia bergabung menjadi mitra Gojek pada 12 September 2016 dan sudah mencuri banyak perhatian dari berbagai pihak. Satu hal yang membedakannya dengan driver lain karena helm yang dikenakan mirip dengan kepala Iron Man.

Dengan gaya unik ini, ia bahkan digadang-gadang sebagai salah satu simbol mitra Gojek di Batam. Hal anti-mainstream ini juga membuat banyak pelanggan yang ingin berfoto dengannya.

Sementara itu, Andry juga benar-benar gigih dalam menjalankan rutinitasnya sebagai driver ojek online. Ia tak pernah malu bekerja sebagai mitra Gojek, karena menurutnya profesi ini merupakan sesuatu yang mulia. Andry sangat senang dapat membantu banyak orang dan bahagia ketika orang lain terhibur dengan keunikannya itu.

Dengan menjadi mitra Gojek, ia juga sangat berharap bisa melunasi cicilan rumah dan dapat membantu orang tuanya untuk berangkat umroh.

Sungguh, benar-benar berhati mulia beliau ini. Kisah driver Gojek yang mengharukan dan unik ini bisa menjadikan contoh kepada kita semua, bahwa sesuatu itu bisa dikerjakan dengan sederhana dan menyenangkan.

3. Pengalaman Mahasiswa Driver Gojek, Harus Pintar Bagi Waktu

Bukan hanya orang dewasa saja yang bisa bergabung menjadi mitra Gojek, para pemuda yang masih mahasiswa juga bisa bergabung. Salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang menjadi driver Gojek ialah Elrick Ricko Tendean. Ia sudah bergabung menjadi mitra GO-JEK Manado sejak bulan Juli 2017 yang lalu.

Pria kelahiran Tampusu, 16 Januari 1995 ini memilih bergabung menjadi Mitra GO-JEK untuk meringankan biaya kuliah, kos dan kehidupan sehari-hari demi menjadi mahasiswa yang lebih mandiri.

Pengalaman Driver Gojek

Ketika bergabung dengan Gojek, ia ternyata sedang menyusun proposal skripsi. Karena sangat pintar membagi waktu, Ricko akhirnya berhasil menjalankan aktivitas belajar dan bekerja setiap harinya.

Dari pagi sampai malam hari, ia menghabiskan waktu untuk bekerja menjadi driver Gojek. Sedangkan saat malam sehabis bekerja, ia kemudian menyusun proposal skripsi dengan baik. Ruitinitas tersebut ia lakukan setiap harinya hingga pada akhirnya ia berhasil meraih predikat Cum Laude saat di Wisuda.

Untuk bisa mendapatkan predikat Cum Laude dari Universitas Sam Ratulangi, ia harus menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan dosen dengan tepat waktu dan tidak pernah bolos kuliah.

Selain itu, ia juga selalu menyertakan Tuhan dalam segala kegiatannya dan menjadikan usaha orang tua dalam membesarkannya sebagai motivasi untuk terus berjuang.

Prestasi yang ditorehkan olehnya tentu saja untuk keluarganya, khususnya untuk almarhum ayahnya yang meninggal pada bulan Maret 2017 yang lalu. Semasa ayahnya masih hidup, almarhum ayah Ricko senantiasa memberi semangat kepadanya dalam hal pendidikan dan berkeinginan untuk melihat Ricko lulus dari kuliahnya.

Karena menjadi driver Gojek bisa meringankan beban orang tua, ia juga menyampaikan terimakasihnya kepada PT Gojek Indonesia. Harapannya, Gojek bisa berkembang dan bisa mensejahterakan masyarakat di Indonesia.

Sumber dan referensi :

  • https://driver.go-jek.com

0 Response to "√ Pengalaman Driver Gojek yang Mengharukan, Lucu dan Menyentuh Hati"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Feed)

Iklan Tengah Artikel 2 (Inline)

Iklan Bawah Artikel